Polling kumparan: 64,75% Pembaca Bakal Pilih Caleg Muda di Pemilu 2024


Pengendara roda dua melintas di samping baliho alat peraga kampanye (APK) di Pandeglang, Banten, Senin (17/7/2023). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO
Pengendara roda dua melintas di samping baliho alat peraga kampanye (APK) di Pandeglang, Banten, Senin (17/7/2023). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

Sebanyak 64,75 persen pembaca kumparan mengaku bakal pilih caleg muda di pemilu 2024 mendatang. Angka ini berasal dari polling kumparan yang beredar pada 5-19 Juli 2023.

Polling ini diisi oleh 1.614 responden. Sebagian besar, yakni 64,75 persen atau 1.045 responden memilih calon legislatif berusia muda. Sementara sisanya, yaitu 35,25 persen atau 569 orang mengaku bakal pilih caleg senior.

Para pembaca pun ikut menyampaikan pendapatnya di kolom komentar. Banyak yang merasa tak ingin memilih kedua pilihan karena tak percaya dengan janji-janji calon wakil rakyat. Namun, ada juga yang mengaku lebih mengutamakan cek latar belakang caleg.

"Sebenarnya kita harus jeli dengan background caleg-caleg di lingkungannya, nah khususnya untuk calon wakil rakyat pada parlemen daerah dan pusat, kalo kebanyakan kayak gitu calonnya apakah cukup waktu kita ngeliatin satu demi satu? Menurut saya demokrasi khas Barat kayak gini jadi seperti membeli kucing dalam karung, akhirnya milihnya jadi cap cup cup kelebang kuncup," tulis pengguna Bumi Menggala, pada Rabu (5/7).

Pengguna lain punya pendapat berbeda terkait ini.

"Bukan masalah senior dan mudanya, liat dulu otaknya dan arah kebijakannya. Modal utamanya tukang bokis (bohong) tidak, bicaranya tidak pernah bohong tidak, ucapan dan perbuatannya sama tidak, min, itu dulu," tulis akun bernama Heri, Kamis (6/7).

Ilustrasi gedung DPR RI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Ilustrasi gedung DPR RI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Jumlah pemilih muda pada Pemilu 2024 diperkirakan akan sangat tinggi. Menurut catatan KPU, proporsi pemilih muda berusia 17-39 tahun diprediksi mencapai 56 persen. Jumlah tersebut meningkat dari pemilih muda di 2019, yaitu 35,42 persen.

Meski jumlah pemilih muda meningkat, itu tak menjamin nasib caleg muda akan sebaik seniornya di 2024. Peneliti CSIS Arya Fernandes menyebut kesempatan politisi muda untuk menang masih tergolong kecil, terlebih di level pusat.

“Jaringan politiknya, ya, tentu juga belum besar. Nah, sehingga mereka kemudian anak muda ini banyak yang maju pada level kabupaten/kota atau provinsi, gitu,” kata Arya kepada kumparan, Sabtu (10/6).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »